Pertemuan ke-5
A.
SISTEM
NOMENKLATUR
Pada
dasarnya Isomer adalah senyawa kimia yang memiliki rumus molekul yang sama -
yang berarti bahwa mereka terdiri dari jumlah yang sama dari jenis atom yang
sama - tetapi memiliki struktur atau pengaturan yang berbeda dalam ruang.
Tata
nama dalam alkana ditentukan berdasarkan atas sistem IUPAC (International
Union of Pure Applied Chemistry). Suatu nama kimia terdiri atas awalan, induk,
dan akhiran. Nama awalan akan menerangkan substituennya, induk menerangkan
panjang rantai dan akhiran menunjukkan gugus fungsi.
Adapun tata cara penamaan suatu
senyawa sebagai berikut ;
Cara penamaan:
1. Tentukan rantai karbon
terpanjang dalam molekul, dan pakai nama tersebut sebagai nama induknya.
2. Penomoran rantai
karbon dimulai dari yang terdekat dengan titik cabang yang ada, sehingga akan
memberikan nomor terkecil dalam urutan.
3. Identitas nomor dan
substituen dari titik percabangan dalam rantai utamanya. Jika ada dua
substituen dalam atom C yang sama, diberikan nomor yang sama pula.
4. Tulis nama dengan
tanda pemisah untuk awalan dan menggunakan tanda koma untuk nomor. Jika ada dua
substituen yang berbeda, urutkan sesuai alfabet. Jika dua atau lebih substituen
yang identik, diberi nama pada awalan di-, tri-, dan tetra-.
Tatanama
IUPAC terdiri dari prefix (cabang), parent (rantai atom karbon yang paling
panjang),suffix (akhiran) untuk mendeskripsikan jenis dan posisi gugus fungsi
pada suatu senyawa.Pada kebanyakan senyawa, penamaan dapat dimulai dengan
menentukan rantai hidrokarbon
Ingold Prelog jika ambiguitas masih saja ada pada struktur rantai
hidrokarbon induk. Nama dari rantai induk dimodifikasi dengan akhiran gugus
fungsi yang memiliki prioritas tertinggi, sedangkan gugus fungsi sisanya
diindikasikan dengan awalan yang dinomori dan disusun secara alfabetis.Dalam
kebanyakan kasus, penamaan yang tidak mengikuti kaidah penamaan yang baik dan
benar bisa menghasilkan nama yang masih bisa dimengerti strukturnya tentu saja
penamaan yang baik dan benar direkomendasikan untuk menghindari ambiguitas.
Rumus = Awalan(Prefix) + Induk(Parent) + Akhiran(sufix)
B.
ISOMER
SRTUKTUR
Isomer struktural adalah senyawa
dari rumus kimia yang sama yang memiliki struktur dan sifat yang berbeda
didasarkan pada bagaimana konstituen atom mereka diurut.
Isomer struktural karbon tidak
dibatasi hanya untuk karbon dan hidrogen, meskipun mereka adalah contoh paling
terkenal dari isomer struktural. Di lemari obat rumah tangga orang dapat
menemukan C3H8O, atau isopropil alkohol, kadang-kadang diidentifikasi sebagai
“alkohol.” Rumus struktur adalah CH3CH (OH) CH3. Selain itu, ada n-propil
alkohol, CH3CH2CH2 (OH) dan bahkan eter metiletil, CH3OCH2CH3, meskipun tak
satu pun dari kedua senyawa ini kemungkinan akan ditemukan di rumah. Juga ada
isomer struktural senyawa karbon yang mengandung atom lain.

Isomer struktural
Jenis jenis Isomer
a.
Isomer
rantai
Isomer-isomer ini muncul karena
adanya kemungkinan dari percabangan rantai karbon. Sebagai contoh, ada dua buah
isomer dari butan, C5H12. Pada salah satunya rantai karbon berada dalam dalam
bentuk rantai panjang, dimana yang satunya berbentuk rantai karbon bercabang.
![]() |
|
Isomer rantai karbon
|
b.
Isomer
posisi
Pada isomer posisi, kerangka utama
karbon tetap tidak berubah. Namun atom-atom yang penting bertukar posisi pada
kerangka tersebut. Sebagai contoh, ada dua isomer struktur dengan formula
molekul C3H7Br. Pada salah satunya bromin berada diujung dari rantai. Dan yang
satunya lagi pada bagian tengah dari rantai.
c.
Isomer
grup fungsional
Pada variasi dari struktur isomer
ini, isomer mengandung grup fungsional yang berbeda- yaitu isomer dari dua
jenis kelompok molekul yang berbeda. Sebagai contoh, sebuah formula molekul C3H6O
dapat berarti propanal (aldehid) or propanon (keton).
![]() |
|
Isomer grup alkohol
|
Isomer geometris atau cis-trans
|
|
d.
Isomer
geometri atau cis trans
|
Isomer cis-trans, disebabkan oleh
perbedaan letak atom atau gugus atom dalam ruang. Pada senyawa kompleks,
isomeri semacam ini terjadi pada kompleks dengan struktur dua substituen
atau dua macam ligan. Substituen dapat berada pada posisi yang bersebelahan
atau berseberangan satu sama lain. Jika gugus substituen letaknya bersebelahan,
maka isomer tersebut merupakan isomer cis. Sebaliknya jika substituen
berseberangan satu sama lain, isomer yang terjadi merupakan isomer trans.
e.
Isomer
optis
|
|
Isomer optis
;) |
Isomer optis adalah isomer yang
dicirikan dari perbedaan arah pemutaran bidang polarisasi cahaya. Senyawa yang
dapat memutar bidang polarisasi cahaya dikatakan sebagai senyawa optis aktif.
Isomer yang dapat memutar bidang polarisasi cahaya ke arah kanan (searah jarum
jam) disebut dextro (d atau +). Sebaliknya isomer dari senyawa yang sama dan memutar
bidang polarisasi ke arah kiri (berlawanan arah jarum jam) disebut levo (l atau
-). Terdapat juga isomeri E,Zdanisomeria,b .
C. ISOMER PADA ALKANA
Struktur alkana dapat
berupa rantai lurus atau rantai bercabang. Alkana yang mengandung tiga atom
karbon atau kurang tidak mempunyai isomer seperti CH4, C2H6
dan C3H8 karena hanya memiliki satu cara untuk menata
atom-atom dalam struktur ikatannya sehingga memilki rumus molekul dan rumus
struktur molekul sama. Perhatikan gambar di bawah ini:

Dalam senyawa alkana juga ada yang rumus molekulnya sama, tetapi rumus struktur molekulnya berbeda. Mulai dari alkana dengan rumus molekul C4H10 mempunyai dua kemungkina struktur ikatan untuk menata atom-atom karbonnya seperti di bawah ini:

Dalam senyawa alkana juga ada yang rumus molekulnya sama, tetapi rumus struktur molekulnya berbeda. Mulai dari alkana dengan rumus molekul C4H10 mempunyai dua kemungkina struktur ikatan untuk menata atom-atom karbonnya seperti di bawah ini:
Untuk senyawa-senyawa
tersebut disebut isomer. Oleh karena perbedaan hanya pada kerangka
struktur maka isomernya disebut isomer kerangka.
D. Pertanyaan:
Apa yang menyebabkan sudut ikatan
pada H-C-H lebih pendek dibandingkan sudut ikatan H-C-C ?
jawab:
Pada posisi ini,
Pada posisi ini,
Terdapat
3 jenis tolakan 1) pasangan ikatan terhadap pasangan ikatan, 2) pasangan ikatan
terhadap pasangan yang menyendiri, 3) pasangan menyendiri terhadap pasangan
menyendiri. diketahui bahwa pasangan elektron menyendiri cenderung memiliki
lebih banyak ruang dari pada pasangan ikatan lain(sebab elektron-elektron ini
terletak lebih dekat ke atom pusat), sehingga sudut ikatan yang berlawanan
dengannya menjadi lebih kecil
Dan pada
posisi tereksitasi, karbon memiliki empat elektron tak berpasangan dan
dapat membentuk empat ikatan dengan hidrogen. Meskipun membutuhkan energi
sebesar 96 kkal/mol untuk mengeksitasi satu elektronnya terlebih dahulu,
ikatan yang terbentuk dengan H (pada CH4) jauh lebih stabil dibandingkan
ikatan C-H pada molekul CH2. Selain itu, Karena bentuk molekul H-C-C
adalah polal linier di mana atom-atomnya tertata pada suatu garis lurus,sudut
yang dibentuk oleh dua ikatan ke arah atom pusat akan saling membentuk dusut
180.sudut itu disebut sudut ikatan, seperti contohnya BeCL2 Ikatan
C-H pd metana memiliki kekuatan ikatan 104 kkal/mol dengan panjang ikatan
1.10 A. sudut ikatan H-C-H sebesar 109.5 derajat.Sedangkan Orbital sp
memiliki bangun ruang linear dengan sudut ikatan HC-C sebesar 180 derajat yang
telah terverifikasi dari hasil eksperimental. Panjang ikatan
hidrogen-karbon sebesar 1.06A dan panjang ikatan karbon-karbon adalah 1.20
A.















