Tugas terstuktur tatap muka ke-2 dan ke-3, diserahkan pada tatap muka ke-4
1. menurut louis de brolie bahwa elektron mempunyai sifat gelombang sekaligus juga partikel. jelaskan keterkaitanya dengan teori mekanika kuantum dan teori orbital molekul,!
JAWABAN:
Menurut Louis
de Broglie elektron mempunyai sifat gelombang sekaligus juga partikel,
Teori atom mengalami
perkembangan mulai dari teori atom John Dalton, Joseph John Thomson, Ernest
Rutherford, dan Niels Henrik David Bohr. Perkembangan teori atom menunjukkan
adanya perubahan konsep susunan atom dan reaksi kimia antaratom.
Kelemahan model atom
yang dikemukakan Rutherford disempurnakan olehNiels Henrik David Bohr.
Bohr mengemukakan gagasannya tentang penggunaan tingkat energi elektron pada
struktur atom. Model ini kemudian dikenal dengan model atom Rutherford-Bohr.
Tingkat energy elektron digunakan untuk menerangkan terjadinya spektrum atom
yang dihasilkan oleh atom yang mengeluarkan energi berupa radiasi cahaya.
Penjelasan mengenai radiasi cahaya juga telah
dikemukakan oleh Max Planck pada tahun 1900. Ia mengemukakan teori kuantum yang
menyatakan bahwa atom dapat memancarkan atau menyerap energi hanya dalam jumlah
tertentu (kuanta). Jumlah energi yang dipancarkan atau diserap dalam bentuk
radiasi elektromagnetik disebut kuantum.
Adapun besarnya kuantum dinyatakan dalam persamaan berikut:
Keterangan:
E =
energi radiasi (Joule = J)
h = konstanta Planck (6,63 x 10-34 J.s)
c = cepat rambat cahaya di ruang hampa (3 x 108 ms-1)
l =
panjang gelombang (m)
Dengan
Teori Kuantum, kita dapat mengetahui besarnya radiasi yang dipancarkan maupun
yang diserap. Selain itu, Teori Kuantum juga bisa digunakan untuk menjelaskan
terjadinya spektrum atom.
Meskipun teori atom Niels Bohr mampu menerangkan
spektrum gas hidrogen dan spektrum atom berelektron tunggal (seperti He+ dan
Li2+), tetapi tidak mampu menerangkan spektrum atom
berelektron lebih dari satu. Oleh karena itu, dibutuhkan penjelasan lebih
lanjut mengenai gerak partikel (atom). Pada tahun 1924, ahli fisika dari
Perancis bernama Louis
de Broglie mengemukakan
bahwa partikel juga bersifat sebagai gelombang. Dengan demikian, partikel
mempunyai panjang gelombang yang dinyatakan dengan persamaan berikut.
l =
panjang gelombang (m)
h =
tetapan Planck (6,63 10-34 J.s)
p =
momentum (m2s-1)
m =
massa partikel (kg)
v =
kecepatan partikel (ms-1)
Berdasarkan
persamaan de Broglie, diketahui bahwa teori atom Bohr memiliki kelemahan.
Kelemahan itu ada pada pernyataan Bohr yang menyebutkan bahwa elektron bergerak
mengelilingi inti atom pada lintasan tertentu berbentuk lingkaran. Padahal,
elektron yang bergerak mengelilingi inti atom juga melakukan gerak gelombang.
Gelombang tersebut tidak bergerak sesuai garis, tetapi menyebar pada suatu
daerah tertentu.
- Pada tahun 1924, Louis
de Broglie, menjelaskan bahwa cahaya dapat berada dalam suasana tertentu yang
terdiri dari partikel-partikel, kemungkinan berbentuk partikel pada suatu
waktu, yang memperlihatkan sifat-sifat seperti gelombang (James E Brady, 1990).
Argumen de Broglie
menghasilkan hal sebagai berikut.
Einstein : E = mc2
Max Planck : E = h
· ʋ
sehingga untuk
menghitung panjang gelombang satu partikel diperoleh :
λ = h / (m . ʋ)
dengan:
λ = panjang gelombang
(m)
m = massa partikel (kg)
ʋ = kecepatan partikel (m/s)
h = tetapan Planck
(6,626 × 10–34 Joule s)
Hipotesis de Broglie terbukti benar dengan ditemukannya sifat gelombang
dari elektron. Elektron mempunyai sifat difraksi seperti halnya sinar–X.
Sebagai akibat dari dualisme sifat elektron sebagai materi dan sebagai
gelombang, maka lintasan elektron yang dikemukakan Bohr tidak dapat dibenarkan.
Gelombang tidak bergerak menurut suatu garis, melainkan menyebar pada suatu
daerah tertentu.
2. Bila absorpsi sinar UV oleh ikatan rangkap menghasilkan promosi elektron ke orbital yang berenergi lebih tinggi . transisi elektron manakah memerlukan energi terkecil bila sikloheksana berpindah ketingkat tereksitasi ,!
JAWABAN :
Penggunaan UV untuk analisis senyawa organik (penentuan
struktur senyawa organik) terdapat beberapa istilah yang biasa digunakan yaitu;
pada kromofor, auksokrom , gesekan batokromat, gesekan hipsokromat
Transisi elektronik dapat diartikan sebagai perpindahan
elektron dari satu orbital ke orbital yang lain. Disebut transisi elektronik
karena elektron yang menempati satu orbital dengan energi terendah dapat
berpindah ke orbital lain yang memiliki energi lebih tinggi jika menyerap
energi, begitupun sebaliknya elektron dapatberpindah dari orbital yang memiliki
energi lebih rendah jika melepaskan energi.
Berdasarkan mekanika kuantum transisi elektronik yang
dibolehkan atau tidak dibolehkan (terlarang) disebut kaidah seleksi.
Berdasarkan kaidah seleksi, suatu transisi elektronik termasuk:
1. Transisi diperbolehkan bila nilai ε sebesar 103 sampai 106.
2. Transisi terlarang bila nilai ε sebesar 10-3 sampai 103.
1. Transisi diperbolehkan bila nilai ε sebesar 103 sampai 106.
2. Transisi terlarang bila nilai ε sebesar 10-3 sampai 103.


saya ingin menambahkan jawaban soal nomor 1:
BalasHapusketerkaitannya dengan teori orbital molekul
Sifat simetri dan energi relatif orbital atom menentukan bagaimana mereka berinteraksi untuk membentuk orbital molekul. Orbital molekul ini kemudian diisi dengan elektron tersedia sesuai dengan aturan yang sama yang digunakan untuk orbital atom, dan energi total elektron dalam orbital molekul dibandingkan dengan total awal energi elektron dalam orbital atom.
Jika energi total elektron dalam molekul orbital kurang dari dalam orbital atom, molekul stabil dibandingkan dengan atom; jika tidak, molekul tidak stabil dan senyawa tidak terbentuk. Kami akan pertama menggambarkan ikatan (atau kurangnya itu) di sepuluh pertama molekul diatomik homonuclear dan kemudian memperluas pengobatan untuk heteronuklir molekul diatomik dan molekul yang memiliki lebih dari dua atom.
Dalam kasus orbital atom, persamaan Schrodinger dapat ia ditulis untuk elektron dalam molekul. Perkiraan solusi untuk persamaan Schrodinger molekul ini dapat dibangun dari kombinasi linear orbital atom (LCAO), yang jumlah dan perbedaan fungsi gelombang atom untuk molekul diatomik seperti H2.