KONFIGURASI
MUTLAK DAN RELATIF
Kiral berasal dari bahasa Yunani
"cheir" yang artinya tangan. Coba bayangkan tangan kiri berada di
depan cermin, tentu saja bayangannya adalah tangan kanan. Sekarang posisikan
tangan kiri dan tangan kanan menghadap ke bawah atau ke arah lantai. Kemudian
letakan tangan kiri di atas tangan kanan anda. Terlihat, tangan kanan tidak
bisa diimpitkan dengan tangan kiri kita
Hal yang sama juga berlaku bagi molekul-molekul organik
tertentu. Sebutlah A dan B yang analog dengan tangan kiri dan tangan kanan
kita. A dan B sering disebut sebagai stereoisomer (isomer ruang) atau isomer
optis. Harus diingat, suatu molekul organik disebut molekul kiral jika terdapat
minimal satu atom C yang mengikat empat gugus yang berlainan seperti senyawa
Alanine. Molekul-molekul kiral memiliki sifat yang sangat unik yaitu sifat optis. Artinya suatu molekul
kiral memiliki kemampuan untuk memutar bidang cahaya terpolarisasi pada alat
yang disebut polarimeter.
1. Konfigurasi Elektron Relatif
(Ketentuan Fischer)
Proyeksi fischer ini dikemukakan pada abad 19 oleh seorang ahli kimia
berkebangsaan jerman yaitu Emil Fischer. Ia mengemukakan bahwa rumus proyeksi
untuk menunjukkan penataan ruang (dari) gugus-gugus disekitar atom kiral.
Karena fischer mengembangkan rumus-rumus ini untuk menyatakan molekul gula,
maka disini akan digunaka gula tersederhana untuk menggambarkan tipe proyeksi
fischer yang lazim dipakai dewasa ini : 2,3-dihidroksipropanal (biasanya
disebut gliseraldehida) dan 2,3,4-trihidroksibutana (eritrosa). Gliseraldehida
mempunyai satu atom karbon kiral (karbon 2), sementara eritrosa mempunyai dua
karbon kiral (karbon2 dan3).
Dalam menggambarkan suatu proyeksi Fischer, diandaikan bahwa molekul itu diulur
(stretched) sepenuhnya dalam bidang kertas dengan semua substituennya eklips,
tanpa memperdulikan konformasi apapun yang disukai. Rumus-rumus eritrosa
tersebut diatas menunjukkan konformasi yang digunakan untuk proyeksi Fischer.
Menurut perjanjian, gugus karbonil (atau gugus berprioritas tata nam tertinggi)
diatruh pada atau didekat ujung teratas. Jadi karbon teratas adalah karbon 1.
Tiap titik potong garis horizontal dan vertikal menyatakan sebuat atom karbon
kiral. Tiap garis horizontal melambangkan suatu ikatan ke arah pembaca,
sementara garis vertikal melambangkan ikatan kebelakang menjauhi
pembaca. Proyeksi Fischer dapat
diputar 180o dalam bidang kertas, tetapi proyeksi ini tidak boleh dijungkirbalikkan
maupun diputar dengan sembarang sudut lain. Salah satu dari dua operasi ini
akan menghapus rumus itu dari dalam proyeksi Fischer dan mengakibatkan struktur
yang salah. Proyeksi Fischer adalah suatu cara singkat dan mudah untuk
memaparkan molekul kiral. Oleh adanya keterbatasan proyeksi ini, seperti
misalnyaketerbatasan dalam hal rotasi proyeksi Fischer harus diterapkan dengan
hati-hati. Disarankan agar mengubah dulu proyeksi Fischer ke rumus dimensional
atau bola dan pasak (atau menggunakan model molekul) bila akan melakukan
manipulasi ruang.
2. Konfigurasi ElektronMutlak (ketetapan Chad Ingold Prelog)
Urutan penataan keempat gugus disekitar suatu atom karbon kiral disebut
Konfigurasi Mutlak disekitar atom itu. Sepasang enantiomer mempunyai
konfigurasi yang berlawanan. Arah pemutaran bidang polarisasi cahaya oleh suatu
enantiomer adalah suatu sifat fisika. Konfigurasi mutlak suatu enantiomer
adalah khas struktur molekulnya. Tak terdapat hubungan yang sederhana antara
konfigurasi mutlak suatu enentiomer tertentu dan arah perputaran bidang
polarisasi cahaya olehnya.
Telah ditunjukkan bagaimana raha
pemutaran bidang polarisasi cahaya dapat dinyatakan oleh (+) dan (-). Toh
diperlukan juga suatu sistem untuk menyatakan konfigurasi mutlak itu. Yakni,
penataan yang sesungguhnya dari gugus-gugus disekeliling suatu karbon kiral.
Sistem itu adalah sitem (R) dan (S) atau sistem Chand Ingold Prelog. Huruf (R)
berasal dari kata latin “rectus” yang berarti “kanan”, sedangkan (S) dari kata
latin “sinister” berarti “kiri”. Atom karbon kiral apa saja mempunyai
konfigurasi (R) atau konfigurasi (S). Oleh karena itu satu enantiomer adalah
(R) dan enantimer lain adalah (S).
Dalam
sistem (R) dan (S), gugus-gugus diberi urutan prioritas, dengan menggunkan
perangkat aturan yang sama seperti yang digunakan dalam sisitem (E) dan (Z)
hanya saja urutan prioritas ini digunakan dengan craa sedikit berbeda. Untuk
memberikan konfigurasi (R) atau (S) kepada suatu karbon kiral:
- Urutkan keempat gugus (atau atom) yang terikat pada karbon kiral itu menurut urutan prioritas atau aturan deret Chan-Ingold-Prelog
- Proyeksikan molekul itu sedemikian sehingga gugus yang berprioritas rendah berarah kebelakang.
- Pilih gugus dengan prioritas tertinggi dan tarik suatu anak panah bengkok ke gugus dengan prioritas tertinggi berikutnya.
- Jika anak panah ini searah dengan jarum jam , maka konfigurasi itu adalah (R). Jika arah anak panah berlawanan dengan jarum jam maka konfigurasi (S).
PEMISAHAN
CAMPURAN RESEMIK
Campuran rasemik artinya suatu campuran yang mengandung sepasang
enantiomer dalam jumlah yang sama. Lalu bagaimana caranya memperoleh suatu enantiomer
dengan enantiomeric excess (EE) yang tinggi? Enantiomeric excess artinya
persentase suatu enantiomer yang berkonfigurasi R dikurangi persentase
enantiomer pasangannya yang berkonfigurasi S dalam suatu campuran atau
sebaliknya. Harus diingat dua prinsip dasar isomer optik yaitu:
- Sepasang enantiomer memiliki sifat-sifat fisika (titik didih, kelarutan, dan lain-lain) yang sama tetapi berbeda dalam arah rotasi polarimeter dan interaksi dengan zat kiral lainnya.
- Sepasang diastereoisomer memiliki sifat-sifat fisika dan sudut rotasi polarimeter yang berbeda satu sama lain. Bahkan sering dalam bereaksi mengambil cara yang berlainan. Artinya kita bisa memisahkan campuran dua diastereoisomer dengan cara-cara fisika (destilasi, kristalisasi, dan lain-lain). Akan tetapi tidak bisa memisahkan campuran dua enantiomer dengan cara-cara fisika, karena sepasang enantiomer memiliki properti fisika yang sama. Kesimpulannya, kita dapat dengan mudah memisahkan campuran dua diastereoisomer, tapi akan kesulitan memisahkan campuran dua enantiomer.
saya ingin bertanya, apa perbedaan dari Konfigurasi Elektron Relatif (Ketentuan Fischer) dengan Konfigurasi ElektronMutlak (ketetapan Chad Ingold Prelog) yang secara spesifiknya!
BalasHapusterimakasih
saya akan mencoba menjawab pertanyaan saudari elsa maria :
BalasHapusperbedaan dapat kita lihat sebagai berikut.
• Aturan Cahn Ingold Prelog :
1. Urutkan prioritas berdasarkan nomor atom substituen
2. Jika (1) tdk bisa, maka urutkan prioritas berdasarkan nomor atom kedua substituen
3. Multibonding atom adl sama dg atom ikatan tunggal
4. Urutkan prioritas dan lihat arah perputarannya
R = rectus = bila arah perputaran ke kanan atau searah jarum jam
S = sinister = bila arah perputaran ke kiri atau berlawanan arah jarum jam
• Proyeksi Fischer adalah rumus proyeksi untuk menunjukkan penataan ruang dari gugus-gugus disekitar atom kiral. suatu proyeksi Fischer srmata-mata hanyalah cara singkat untuk menyatakan suatu rumus bola-dan-pasak atau dimensional. Proyeksi Fischer adalah suatu cara singkat dan mudah untuk memaparkan molekul kiral. Dalam menggambarkan struktur proyeksi fischer harus memperhatikan beberapa aturan, antara lain:
1. Gugus – gugus yang diletakkan horizontal adalah gugus- gugus yang mendekati pengamat.
2. Gugus – gugus yang diletakan vetikal adalah gugus – gugus yang menjauhi pengamat.
3. Hetero atom ( atom selain C dan H) diletakkan pada garis horizontal. Sedangkan carbon diletakkan pada garis vertikal.
4. Carbon dengan dengan bilangan oksidasi lebih tinggi diletakkan diatas.
saya rianti nita wulandari hanya sedikit menambahkan
BalasHapusCARA PEMISAHAN RASEMAT
1. Resolving agent kiral
Teknik ini bergantung pada enantiomer yang memiliki sifat fisik identik dan diastereomer umumnya yang memiliki sifat berbeda. Contoh: memisahkan enansiomer asam2-hydroxylpropionic. Perlu ditambahkan sebagai resolving agent untuk (R)-2-fenil-etilamin. Kedua enantiomer berinteraksi dengan(R)-2-fenil-etilamin untuk membentuk dua spesies yang berbeda garam yang diastereomer satu sama lain. Para diastereomer kemudian dapat mengkristal secara terpisah dan rasemat berhasil dipisahkan secara sempurna.
2. Kromatografi kiral
Dalam proses ini, rasemat dijalankan melalui kolom yang diisi dengan zat kiral. Enansiomer akan berinteraksi secara berbeda dengan substansi dan kemudian akan mengelusi (atau menyaring melalui substansi) pada tingkat yang berbeda. Teknik ini juga diterapkan untuk campuran enantiomer samping campuran rasemat, misalnya untuk memurnikan spesies dari sejumlah kecil enansiomernya.