Senin, 03 Oktober 2016

STEREOKIMIA

 Stereokimia
Stereokimia, sebuah subdisiplin kimia, melibatkan studi tentang penataan ruang relatif atom yang membentuk struktur molekul dan manipulasi mereka. Cabang penting dari stereokimia adalah studi tentang molekul kiral.
Stereokimia merupakan ilmu yang mempelajari tentang struktur 3 dimensi dari molekul. Perlu diketahui bahwa stereokimia ini sangatlah penting. bahkan karena seterokimia ini, sebuah struktur yang memiliki rumus molekul sama hanya karena susunannya berbeda akan mengakibatkan fungsi yang berbeda pula.
streoisomer
Konsep steroisomer dan kiralitas mempunyai banyak manfaat dalam kimia organik modern. Seperti membantu memahami alasan fisik dan teoritis formasi dan struktur berbagai molekul organik, penyebab keberadaan energi dalam bahan kimia.
Stereoisomer adalah molekul-molekul yang mempunyai rumus molekul dan konektivitas sama tetapi berbeda posisi atom-atom penyusunnya atau bentuk tiga dimensi susunannya. Sedangkan Stereokimia adalah studi mengenai molekul-molekul dalam ruang tiga dimensi-yakni bagaimana atom-atom dalam sebuah molekul ditata dalam ruangan satu relatif terhadap yang lain.
Stereoisomer adalah, seperti yang disebutkan di atas, mengandung berbagai jenis isomer dalam dirinya sendiri, masing-masing dengan karakteristik yang berbeda yang lebih lanjut memisahkan satu sama lain sebagai entitas kimia yang berbeda memiliki sifat yang berbeda. Tipe entaniomer adalah stereoisomer cermin-gambar, dan akan dijelaskan secara rinci dalam artikel ini. Jenis lain, diastereomer, memiliki sifat yang berbeda dan akan diperkenalkan setelah itu.

stereoisomer
Dua enansiomer dari kompleks tetrahedral

Isomer geometri
  Isomer geometri adalah isomer yang terjadi pada dua molekul yang mempunyai rumus molekul sama, tetapi berbeda dalam penataan atom atom dalam ruang. Selalu ingat bahwa sebenarnya molekul molekul itu ada pada ruang tiga dimensi yang atom atomnya berikatan dengan penataan sedemikian rupa. Isomer geometri terjadi karena ketegaran (rigidity) dalam molekul dan hanya dijumpai dalam dua kelompok senyawa yaitu alkena dan senyawa siklik.     


Ikatan pi dan ikatan sigma  
Dalam kimia, ikatan pi (ikatan π) adalah ikatan kimia kovalen yang dua cuping orbital atom yang berlektron tunggal bertumpang tindih dengan dua cuping orbital atom lainnya yang juga berlektron tunggal. Hanya terdapat satu bidang simpul dari orbital yang melewati dua inti atom.
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6f/Pi-bond.jpg/220px-Pi-bond.jpg
Dua orbital-p yang membentuk ikatan-π.
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/1/1f/Pi_bond3.png/220px-Pi_bond3.png
Dua orbital-p yang paralel. Bawah: Ikatan pi terbentuk oleh pertumpangtindihan. Warna merah muda dan kelabu mewakili model bola dan batang dari fragmen molekul yang terdapat ikatan pi.
 ikatan sigma (ikatan σ) adalah sejenis ikatan kimia kovalen yang paling kuat. Ikatan sigma dapat dijelaskan dengan jelas untuk molekul diatomik menggunakan konsep grup simetri. Dalam pendekatan formal ini, ikatan σ adalah simetris terhadap rotasi di sumbu ikat.
“Ikatan kovalen dinyatakan bahwa elektron-elektron yang digunakan bersama menempati orbitalatom yang saling bertumpang tindih (overlap). Menurut Heitler-London, ikatan terjadi dengancara tumpang tindih antar orbital atom sehingga elektron terlokalisasi. Agar diperoleh molekulyang stabil, kedua elektron harus mempunyai spin yang berlawanan dengan harga minimum pada kurva energy potensial. Sedang pada spin yang sejajar tidak terbentuk ikatan yang stabil.”
Menurut teori Pauling-Slater :
“Kekuatan ikatan bergantung pada derajat tumpang tindih orbital yang terlibat dalam pembentukan ikatan. Makin besar derajat tumpang tindih, maka akan semakin kuat ikatannya,sedangkan arah ikatan sesuai dengan kedudukan elektron berada.”Tumpang tindih antara dua orbital –s tidak kuat karena distribusi muatan yang berbentuk bola; pada umumnya ikatan s-s relative lemah. Orbital –p dapat bertumpang tindih dengan orbital –satau orbital –p lainnya dengan lebih efektif, karena orbita-orbital –p lebih terkonsentrasi padaarah tertentu. Tumpangsuh antar orbital-orbital dapat menghasilkan ikatan sigma dan ikatan phi.ikatan sigma dapat terbentuk dari tumpangsuh orbital s-s, p-p, dan s-p. Elektron ikatan dalamikatan sigma terletak di sekitar garis (khayal) yang menghubungkan inti kedua atom. Ikatan phidihasilkan karena tumpangsuh dua orbital –p yang berdekatan dan sejajar. Kekuatan ikatansigma lebih besar daripada ikatan phi.
orbital s-s membentuk ikatan sigmaorbital p-p sejajar membentuk ikatan phiorbital s-p membentuk ikatan sigmaorbital p-p membentuk ikatan sigma
https://html1-f.scribdassets.com/7gs1zrg9mo271auo/images/1-3890871608.jpghttps://html1-f.scribdassets.com/7gs1zrg9mo271auo/images/1-3890871608.jpg


Ikatan pi (ikatan π) adalah ikatan kimia kovalenyang dua cuping orbital atom yang berlektron tunggal bertumpang tindih dengan dua cuping orbital atom lainnya yang juga berlektron tunggal. Hanya terdapat satu bidang simpul dari orbital yang melewati duainti atom

3 komentar:

  1. saya ingin menambahkan :
    Stereoisomer ini dapat dibedakan atas :
    1. Enansiomer (Enantiomer)
    Merupakan pasangan isomer, dimana yang satu merupakan bayangan cermin dari yang lain dengan sifat kimia dan fisika yang sama, kecuali rotasi optik; yang satu memutar kanan dan yang lain kekiri. Contoh : (-) asam laktat & (+) asam laktat.
    2. Diasteroisomer (Diastereomer).
    Adalah stereoisomer yang bukan merupakan bayangan cermin satu sama lain.
    Contoh : - asam maleat & asam fumarat - kinina & kinidina.

    BalasHapus
  2. assalamualaikum,saya ingin bertanya Senyawa organik apa saja yang mempunyai struktur isomer geometri beserta gambar nya?
    terimakasih

    BalasHapus
  3. Hello Suci Rosmaida. Terimakaish atas postingannya. Saya ingin bertanya, coba berikan penejelasan gambar mengenai ikatan pi dan ikatan sigma pada setereokimia? Terimakasih:)

    BalasHapus